Cara Masyarakat Thailand Hidup Bersama Para Hantu
Berita Terkait
-
Jiangshi, vampir dalam mitologi China
- Kuchisake Onna, hantu Jepang perobek mulut
-
PM cantik Yingluck beri suara pemilihan gubernur Bangkok
Menurut kebudayaan di Thailand, hantu tidak untuk ditakuti dan diusir, melainkan untuk dihormati. Mereka berusaha untuk hidup rukun dan berbagi tempat dengan para hantu dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat Thailand percaya bahwa hantu ada di mana-mana, baik di pemakaman, pohon, kuil Buddha, hutan, gunung, rumah, jalan raya, dan sebagainya.
Maka, jangan heran jika Anda menemukan kuil yang khusus diperuntukkan bagi hantu atau roh tertentu seperti kuil Mae Nak Phra Khanong yang terkenal di Bangkok. Selain itu banyak juga pohon yang diberi tanda berupa kain. Ini menunjukkan bahwa pohon tersebut dihuni oleh makhluk halus dan manusia harus berhati-hati ketika melewatinya. Ini adalah cara masyarakat Thailand menghormati dan menjaga agar para hantu tidak mengganggu mereka.
Beberapa cerita tentang hantu di Thailand seringkali diceritakan secara turun-temurun atau dari mulut ke mulut. Meski begitu, kepercayaan dan ketakutan yang dimiliki oleh masyarakat Thailand terhadap hantu dan roh sangat kuat.
Masyarakat Thailand percaya bahwa hantu dan roh memiliki kekuatan yang besar dan bisa mencelakakan kehidupan manusia. Untuk itu mereka biasanya memberikan persembahan atau sesajen secara rutin pada tempat-tempat keramat, angker, atau tempat yang dipercaya telah dihuni hantu.
Biasanya, masyarakat Thailand juga memiliki kuil kecil di rumah untuk memberikan persembahan pada roh yang menjaga rumah mereka. Hal ini dilakukan karena masyarakat Thailand percaya jika mereka memenuhi kebutuhan hantu tersebut, mereka tak akan diganggu.
Persembahan yang dibakar atau ditinggalkan untuk para hantu dilihat sebagai bentuk penghormatan dan niat baik agar mereka bisa hidup berdampingan dengan tenang bersama para hantu dan makhluk halus.
Baca juga:








0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.